Panduan Tata Cara Melaksanakan dan Menunaikan Shalat Tarawih | Penembak Jitu Network

Panduan Tata Cara Melaksanakan dan Menunaikan Shalat Tarawih


Advertisement

cara shalat tarawihPanduan Tata Cara Melaksanakan dan Menunaikan Shalat Tarawih – Sebentar lagi kita akan sambut bulan Ramadhan. Sudahkan anda mempersiapkan segala sesuatunya termasuk panduan tata cara melaksanakan dan menunaikan shalat tarawih? Jika belum kali ini akan kami bahas mengenai panduan tata cara melaksanakan dan menunaikan shalat tarawih.

Shalat tarawih merupakan shalat yang dikhusukan hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa shalat tarawih merupakan shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.Hukum shalat tarawih adalah sunnah, dan shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan.

Banyak faedah atau keutamaan dari shalat tarawih, akan mendapatkan ampunan dosa yang lalu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” Shalat tarawih bersama imam seperti halnya shalat semalam penuh. Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

Waktu shalat tarawih adalah setelah shalat Isya’ hingga terbit fajar, boleh menunaikan di antara waktu tersebut. Ada beberapa aturan di dalam shalat tarawih, diantaranya adalah:

  1. Salam setiap dua raka’at. Dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at.”
  2. Istirahat tiap selesai empat raka’at. Dasar dari hal ini adalah perkataan ‘Aisyah yang menjelaskan tata cara shalat malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya”
  3. Tidak ada tuntunan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan Ash Sholaatul Jaami’ah. Ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). Juga dalam shalat tarawih tidak ada seruan adzan ataupun iqomah untuk memanggil jama’ah karena adzan dan iqomah hanya ada pada shalat fardhu.
  4. Sudah selayaknya bagi makmum untuk menyelesaikan shalat tarawih hingga imam selesai. Dan kuranglah tepat jika jama’ah bubar sebelum imam selesai.
  5. Hukum shalat tarawih bagi wanita? Jika menimbulkan godaan ketika keluar rumah (ketika melaksanakan shalat tarawih), maka shalat di rumah lebih utama bagi wanita daripada di masjid. Jika wanita tersebut merasa tidak sempurna mengerjakan shalat tarawih tersebut di rumah atau malah malas-malasan, juga jika dia pergi ke masjid akan mendapat faedah lain bukan hanya shalat (seperti mendengarkan nasehat-nasehat agama atau pelajaran dari orang yang berilmu, bertemu dengan para wanita-wanita muslimah yang sholihah atau di masjid para wanita yang saling bersua bisa saling mengingatkan untuk banyak mendekatkan diri pada Allah, atau dapat menyimak Al Qur’an dari seorang qori’ yang bagus bacaannya), maka dalam kondisi seperti ini, wanita boleh saja keluar rumah menuju masjid. Hal ini diperbolehkan bagi wanita asalkan dia tetap menutup aurat dengan menggunakan hijab yang sempurna, keluar tanpa memakai harum-haruman (parfum), dan keluarnya pun dengan izin suami.

Semoga panduan tata cara melaksanakan dan menunaikan shalat tarawih diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Anda juga dapat membaca Doa Niat Shalat Tarawih dan Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Untuk Sahabat.

     

No Comment to “Panduan Tata Cara Melaksanakan dan Menunaikan Shalat Tarawih”

  1. Comments are closed.

Categories